Social Icons

Kreatifitas Tanpa Batas

Teknologi menuntut kita untuk kreatif di segala bidang dalam kehidupan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Orang, dalam menyampaikan pesan, informasi, dan komunikasi dengan berbagai peralatan alat komunikasi canggih bukan sesuatu yang berlebihan. Isi pesan, informasi, dan komunikasi, dapat menggabungkan unsur multimedia: teks, grafik/fotografi, animasi, audio dan video. Banyak authoring tools untuk mengembangkan multimedia, dan hal itu akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan waktu, pertumbuhan, dan perkembangan teknologi.

Terkait dengan teknologi yang berkembang hingga saat ini. Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak kita mengajak dunia pendidikan optimis memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Jangan hanya simbolik. Dalam ajakan Mendikbud, untuk pengelola institusi satuan pendidikan untuk melakukan berbagai hal yang mendasar dalam memajukan dunia pendidikan, dan kesadaran mengenai pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam masyarakat. “Lakukan pengembangan dunia pendidikan jangan sekedar simbolik, tetapi lakukanlah secara fundamental atau mendasar,” ucap Mendikbud. Yang terjadi pemanfaatan teknologi yang ada simbolik, bangga dengan kepemilikan berbagai peralatan tapi tidak bisa mengoptimalkan peralatan maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Media berbasis teknologi
Ajakan Mendikbud, mengoptimalkan media berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pada dunia pendidikan. Hal ini, diperlukan untuk dapat keluar dari permasalahan. Sudahkah kita keluar dari permasalahan yang dihadapi? Nyaman dengan yang ada? Atau, bahkan bangga mengumpulkan teknologi canggih, tetapi tidak tahu pemanfaatan dan penggunaannya. Dalam mengoptimalkan teknologi informasi komunikasi (TIK) Mendikbud, menggunakan istilah sabak elektronik. Apa itu sabak elektronik?

Sabak itu sendiri adalah alat tempat menulis (seperti buku), sebagai alat tulisnya adalah grip (pensil, pulpen). Alat ini digunakan di sekolah diera sebelum 70an. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Setiap siswa Sekolah Rakyat (SR), sekarang Sekolah Dasar (SD), hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Sabak dan grip
Alat ini digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran, yang sangat sederhana. Digunakan sekali menulis, sekali menghapusnya, dan hilang sesudah itu.
Sabak elektronik 
Bagi masyarakat yang terbiasa dengan teknologi, pasti mengenal peralatan teknologi canggih. Kecanggihan dari peralatan ini disamping sebagai alat informasi, komunikasi, dan merupakan alat bantu dalam proses belajar mengajar yaitu sabak elektronik, seperti yang dimaksud oleh bapak Mendikbud.

Proses belajar harus menyenangkan. Di dalam sabak elektronik ini sudah dilengkapi berbagai perangkat sistem, perangkat lunak, aplikasi yang  diperlukan dalam proses belajar mengajar, dan akses jaringan internet.



Kreatifitas
Optimalkan sabak elektronik. Proses belajar mengajar, tidak selalu ada di dalam kelas. Melalui sabak elektronik, disamping sebagai alat informasi dan komunikasi, sabak elektronik ini juga memiliki kemampuan untuk saling berinterasi dengan penggunanya dalam proses pembelajaran. Anda dapat mengembangkan materi untuk dimuat pada sabak elektronik.

Proses pengembangan multimedia
Bukan satu-satunya. Dalam proses pengembangan bahan ajar menggunakan multimedia interaktif, Macromedia Flash atau Adobe Flash, adalah bukan satu-satunya. Multimedia meliputi teks, grafik, animasi, audio, grafik/fotografi, dan video. Melalui kretifitas dalam tim masing-masing. Maka dalam proses pengembangan, melibatkan banyak orang yang terlibat dan diperlukan sumber daya manusia yang saling mendukung. 

Sebelum lebih lanjut, dengarkan berikut ini.
Romi Satria Wahono
Lecture Notes in Software Engineering Computing Research and Technoprenership


Tidak mencelakakan pengguna media. Untuk membuat media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), eLearning, mLearning, (multimedia learning ), dll. Banyak melibatkan orang yang terlibat. Satu diantaranya adalah pembuatan naskah. Pembuat naskah tau dan paham akan sasaran media yang akan digunakan, kepada siapa media ini digunakan (target audience). Sebagai pembuat naskah juga tahu tentang media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Pengembangan dan produksi media melibatkan banyak orang. Ironis yang terjadi dengan sebutan "Programer", dalam membuat multimedia. Seperti disebut Romi "taxit knowledge dan explisit knowledge", silakan dengarkan kembali!, 


Agar media dalam eLearning atau multimedia dapat berfungsi layaknya seorang pengajar yang sedang mengajar di depan kelas, dalam proses produksi media tersebut, setidaknya memahami konsep dasar rekayasa perangkat lunak (software engineering), Dikerjakan berikut oleh team kreatif. Pengertian software engineering, bukan hanya dapat merakit, menginstal software, jaringan, dan pemrograman komputer. Dengan konsep dasar tersebut, setidaknya memahami dan menangkap kebutuhan dasar dari audience (pesertadidik, siswa, mahasiswa, atau masyarakat umum), sebagai target audience (pengguna atau calon pengguna).

Apa yang harus ada dalam sabak elektronik?
Berikut ini bahan ajar yang harus ada pada sabak elektronik.Tahukah Anda batas frekuensi bunyi yang dapat diterima oleh indra pendengaran manusia? Berikut, satu di antara banyaknya pelajaran di sekolah. Bagi yang mengakses menggunakan Android gunakan Flash playernya. Berikut sudah dilengkapi dengan audionya. Perhatian! Setidaknya untuk mengembangkan dan memproduksi memahami konsep gelombang audio.  
Perhatikan gambar
 
sumber
http://eeecommunity.blogspot.com/2015/05/periodic-waveform.html?showComment=1438208891358#c2584363630024688898
 









Getaran gelombang audio yang sangat tinggi, akan dapat memecahkan gelas kaca.



Penjelasannya ikuti pada movie berikut


Selanjutnya, berikut ini sekilas tentang apmlitudo.

Berikut penjelasannya



Berikut ini peran matematika (Fungsi Trigonometri, perkenalan Amplitudu dan Periode)



Demikian, contoh di atas merupakan konten yang dapat dimuat untuk sabak elektronik. Untuk membuat sabak elektronik, lebih optimal dalam dunia pendidikan melibatkan banyak yang terlibat dalam proses pengembangan. Akan tetapi apabila Anda ingin mengembangkan, juga tidak salah, silakan coba.

Tingkatkan kreatifitas
Beberapa waktu lalu kurang lebihnya dua tahun yang lalu, dunia pendidikan dimudahkan dengan adanya athoringtool baru. Kemudahan dalam membuat e-learning. Berikut ini adalah salah satu authoringtool yang dapat untuk mengembangkan media berbasis ICT pada e-learning. Silakan coba software untuk membuat, e-learning konten mengintegrasikan multimedia yang terdiri dari teks, grafik/fotografi, animasi, audio, video dan interaktifitas.

Kemudahan
Athoringtool Articulate Storyline, mudah dalam penggunaanya. Bila Anda pernah menggunakan Powerpoint, itu sama. Membuat menambahkan quis, evaluasi, teks, animasi, audio,  grafik, video dan interaktifitas. Berikut tutorialnya.

Untuk apa saja Articulate Storyline
Autput dari Articulate Storyline - eLearning Creation Tool. Dengan menggunakan Articulate Storyline, dapat menyampaikan bahan materi eLearning baik online, ofline, menggunakan komputer ataupun IPAD. Berikut ini Anda juga dapat mengikuti tutorial, berikut video streamingnya.


Articulate Storyline - eLearning Creation Tool

Membangun game interaktif

Building Interactive Games & Interactions in Storyline

Membuat quis


Menambahkan video


Mengintegrasikan gambar


Membuat drag & drop


Selanjutnya dapat Anda install pada komputer sesuai petunjuk. Articulate Storyline - eLearning Creation Tool, adalah authoringtool mengintegrasikan berbagai format media yang antara lain: .HTML5, .SWF, Audio  (.MP3), dan Movie. Peragaan seperti authoringtol di atas, anda dapat mendownload di sini klik.



Sumber bacaan
http://antik-lawas.blogspot.com/2014/04/sabak-dan-grib-peralatan-sekolah-jaman.html
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/

 

Follow by Email

 
Blogger Templates